29 Manfaat Sabun Sereh untuk Badan Berjerawat, Mengurangi Jerawat Membandel

Senin, 22 Desember 2025 oleh journal

Penggunaan ekstrak botani dalam formulasi dermatologis telah menjadi subjek penelitian yang ekstensif, terutama untuk mengatasi kondisi kulit inflamasi.

Pemanfaatan pembersih topikal yang diperkaya dengan senyawa aktif dari tumbuhan menawarkan pendekatan alternatif atau komplementer dalam manajemen kelainan kulit.

29 Manfaat Sabun Sereh untuk Badan Berjerawat, Mengurangi Jerawat Membandel

Secara khusus, minyak atsiri yang diekstrak dari tanaman aromatik dalam genus Cymbopogon, yang dikenal luas sebagai sereh, telah menunjukkan potensi signifikan sebagai agen terapeutik untuk mengatasi masalah dermatologis seperti jerawat vulgaris yang muncul di area tubuh.

manfaat sabun sereh untuk badan berjerawat

  1. Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes

    Jerawat pada badan, atau acne vulgaris, secara primer disebabkan oleh proliferasi bakteri Propionibacterium acnes (sekarang diklasifikasikan ulang sebagai Cutibacterium acnes).

    Minyak atsiri sereh, terutama karena kandungan sitralnya yang tinggi, menunjukkan aktivitas bakterisida yang kuat terhadap bakteri anaerob ini.

    Studi dalam Journal of Applied Microbiology telah mendokumentasikan bagaimana komponen dalam sereh dapat merusak membran sel bakteri, menghambat pertumbuhannya, dan secara efektif mengurangi kolonisasi bakteri di dalam folikel rambut.

  2. Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Selain C. acnes, infeksi sekunder oleh bakteri Staphylococcus aureus sering kali memperburuk lesi jerawat, menyebabkan pustula dan peradangan yang lebih parah. Sereh memiliki spektrum antimikroba yang luas, termasuk efektivitas melawan bakteri Gram-positif seperti S. aureus.

    Senyawa seperti geraniol dan mirsena bekerja secara sinergis untuk mengganggu sintesis dinding sel bakteri dan mencegah pembentukan biofilm, sehingga mengurangi risiko infeksi dan komplikasi pada jerawat badan.

  3. Sifat Anti-inflamasi Melalui Penghambatan Sitokin

    Kemerahan, pembengkakan, dan rasa nyeri pada jerawat adalah manifestasi dari respons peradangan tubuh.

    Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa sitral dan geraniol dalam sereh dapat menekan produksi sitokin pro-inflamasi, seperti interleukin (IL-1, IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-).

    Dengan memodulasi jalur-jalur peradangan ini, sabun sereh membantu meredakan inflamasi secara signifikan, menenangkan kulit yang meradang, dan mengurangi keparahan lesi jerawat.

  4. Mengurangi Produksi Sebum Berlebih

    Produksi sebum yang berlebihan oleh kelenjar sebasea merupakan faktor kunci dalam patofisiologi jerawat. Sereh memiliki sifat astringen alami yang dapat membantu mengatur aktivitas kelenjar sebasea.

    Penggunaan sabun sereh secara teratur dapat memberikan efek mattifying pada kulit, mengurangi kilap minyak, dan yang terpenting, membatasi ketersediaan substrat (sebum) bagi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

  5. Efek Astringen untuk Mengecilkan Pori-pori

    Sifat astringen sereh tidak hanya mengontrol minyak, tetapi juga menyebabkan kontraksi sementara pada jaringan kulit. Efek ini membantu mengencangkan dan meminimalkan tampilan pori-pori yang membesar, terutama di area seperti punggung dan dada.

    Pori-pori yang lebih kecil mengurangi kemungkinan tersumbat oleh sel kulit mati, sebum, dan kotoran, yang merupakan langkah preventif penting dalam siklus pembentukan jerawat.

  6. Kandungan Sitral sebagai Agen Antimikroba Utama

    Sitral, sebuah aldehida monoterpenoid, merupakan komponen dominan dalam minyak sereh (bisa mencapai 70-85%). Aktivitas biologis sereh sebagian besar diatribusikan pada senyawa ini.

    Penelitian yang dipublikasikan oleh para ahli fitofarmasi telah mengonfirmasi bahwa sitral memiliki daya hambat minimum (Minimum Inhibitory Concentration) yang rendah terhadap berbagai mikroorganisme patogen, menjadikannya agen yang sangat efektif untuk membersihkan kulit berjerawat dari mikroba berbahaya.

  7. Kandungan Geraniol untuk Melawan Bakteri

    Geraniol adalah alkohol monoterpenoid lain yang ditemukan dalam sereh yang melengkapi aksi sitral. Senyawa ini dikenal karena kemampuannya merusak membran sel lipid bakteri, menyebabkan kebocoran komponen intraseluler dan kematian sel.

    Kehadiran geraniol memperkuat profil antimikroba sabun sereh, memberikan pertahanan berlapis terhadap patogen kulit.

  8. Potensi Antijamur terhadap Malassezia furfur

    Jerawat di badan terkadang disebabkan atau diperparah oleh jamur Malassezia furfur, suatu kondisi yang dikenal sebagai fungal acne atau pitirosporum folikulitis. Berbeda dengan jerawat bakteri, kondisi ini tidak merespons antibiotik.

    Minyak sereh telah menunjukkan aktivitas antijamur yang kuat terhadap genus Malassezia, menjadikannya pilihan yang bermanfaat untuk mengatasi jerawat jamur yang sering muncul di dada dan punggung.

  9. Aktivitas Antioksidan untuk Melawan Radikal Bebas

    Stres oksidatif akibat radikal bebas dari polusi dan radiasi UV dapat memperburuk peradangan jerawat. Sereh kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan kuat.

    Antioksidan ini menetralkan radikal bebas, melindungi sel-sel kulit dari kerusakan, dan membantu mengurangi peradangan oksidatif yang terkait dengan perkembangan jerawat.

  10. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Jerawat

    Sifat anti-inflamasi dan antiseptik sereh menciptakan lingkungan yang optimal untuk penyembuhan kulit. Dengan menjaga area jerawat tetap bersih dari infeksi dan mengurangi peradangan, proses regenerasi jaringan dapat berlangsung lebih efisien.

    Hal ini membantu lesi jerawat sembuh lebih cepat dan mengurangi risiko jaringan parut.

  11. Mencegah Hiperpigmentasi Pasca-inflamasi (PIH)

    PIH, atau bekas jerawat kehitaman, terjadi akibat produksi melanin berlebih sebagai respons terhadap peradangan. Dengan menekan respons inflamasi secara efektif sejak awal, sabun sereh dapat membantu mengurangi intensitas dan durasi peradangan.

    Konsekuensinya, risiko pembentukan PIH yang signifikan setelah jerawat sembuh dapat diminimalkan.

  12. Memberikan Efek Detoksifikasi pada Kulit

    Sereh memiliki sifat diaphoretic, yang berarti dapat merangsang keringat. Dalam konteks pembersih topikal, sifat ini membantu membuka pori-pori dan mendorong pengeluaran toksin serta kotoran yang terperangkap di dalamnya.

    Proses pembersihan mendalam ini sangat penting untuk kulit yang rentan terhadap penyumbatan dan jerawat.

  13. Menyeimbangkan pH Kulit

    Kulit yang sehat memiliki mantel asam (acid mantle) dengan pH sedikit asam, yang berfungsi sebagai pelindung terhadap mikroba. Sabun yang terlalu basa dapat merusak lapisan ini.

    Formulasi sabun sereh yang baik sering kali dibuat untuk mendekati pH alami kulit, membantu menjaga integritas barier kulit dan mencegah masalah lebih lanjut.

  14. Mengurangi Rasa Gatal Terkait Jerawat Inflamasi

    Jerawat yang meradang sering kali disertai rasa gatal yang dapat memicu keinginan untuk menggaruk, yang berisiko memperparah infeksi dan menyebabkan jaringan parut.

    Sifat menenangkan dan anti-inflamasi dari sereh dapat membantu meredakan sensasi gatal tersebut, memberikan rasa nyaman pada kulit.

  15. Meningkatkan Sirkulasi Darah Lokal

    Aplikasi topikal sereh dapat memberikan efek rubefacient ringan, yaitu meningkatkan sirkulasi darah ke permukaan kulit.

    Peningkatan aliran darah ini memastikan pasokan oksigen dan nutrisi yang lebih baik ke sel-sel kulit, yang penting untuk proses perbaikan dan regenerasi sel yang sehat.

  16. Efek Analgesik Ringan untuk Meredakan Nyeri

    Jerawat nodular atau kistik di badan bisa sangat menyakitkan. Beberapa studi, seperti yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology, menunjukkan bahwa senyawa dalam sereh, seperti mirsena, memiliki sifat analgesik (pereda nyeri).

    Efek ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh lesi jerawat yang besar dan meradang.

  17. Menghambat Pembentukan Biofilm Bakteri

    Bakteri penyebab jerawat dapat membentuk biofilm, yaitu sebuah komunitas mikroba yang terstruktur dan dilindungi oleh matriks polimer. Biofilm ini membuat bakteri lebih resisten terhadap agen antimikroba.

    Senyawa dalam sereh terbukti dapat mengganggu pembentukan biofilm ini, membuat bakteri lebih rentan dan lebih mudah dihilangkan dari permukaan kulit.

  18. Mengurangi Komedo (Blackhead dan Whitehead)

    Komedo adalah lesi jerawat non-inflamasi yang terbentuk akibat pori-pori tersumbat. Kemampuan sabun sereh dalam mengontrol produksi sebum dan membantu mengangkat sel kulit mati secara lembut berkontribusi pada pencegahan pembentukan komedo.

    Dengan menjaga pori-pori tetap bersih, siklus jerawat dapat diputus sejak tahap awal.

  19. Membersihkan Sel Kulit Mati (Eksfoliasi Ringan)

    Penumpukan sel kulit mati (hiperkeratinisasi) adalah salah satu penyebab utama pori-pori tersumbat.

    Asam organik ringan yang terkandung secara alami dalam sereh, dikombinasikan dengan aksi fisik dari busa sabun, dapat membantu meluruhkan ikatan antar sel kulit mati.

    Proses eksfoliasi ringan ini menjadikan kulit lebih halus dan mencegah penyumbatan folikel.

  20. Sifat Deodoran Alami

    Aktivitas bakteri pada keringat di area tubuh seperti punggung dan dada dapat menyebabkan bau badan tidak sedap, yang sering kali menyertai kondisi kulit berjerawat.

    Sifat antimikroba dan aroma sitrus yang kuat dari sereh menjadikannya deodoran alami yang efektif. Sabun ini tidak hanya membersihkan jerawat tetapi juga membantu menjaga kesegaran tubuh sepanjang hari.

  21. Meredakan Kemerahan (Eritema) pada Kulit

    Eritema, atau kemerahan kulit, adalah tanda visual utama dari peradangan. Mekanisme anti-inflamasi sereh secara langsung menargetkan pelebaran pembuluh darah kapiler yang menyebabkan kemerahan di sekitar lesi jerawat.

    Penggunaan rutin membantu menormalkan warna kulit dan menciptakan tampilan yang lebih merata.

  22. Potensi Regulasi Enzim 5-alpha-reductase

    Secara teoretis, beberapa ekstrak tumbuhan telah diteliti kemampuannya untuk menghambat enzim 5-alpha-reductase, yang mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT), androgen yang lebih poten dalam merangsang produksi sebum.

    Meskipun penelitian spesifik pada sereh masih berkembang, potensi ini sejalan dengan manfaat fito-terapeutik lain dalam mengelola jerawat yang dipengaruhi hormon.

  23. Memperkuat Barier Kulit (Skin Barrier)

    Kulit berjerawat sering kali memiliki barier kulit yang terganggu. Antioksidan dalam sereh membantu melindungi lipid esensial di barier kulit dari peroksidasi.

    Selain itu, basis sabun alami yang baik (misalnya, yang mengandung gliserin) akan membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami, membantu menjaga fungsi barier kulit tetap optimal.

  24. Efek Menenangkan dan Aromaterapi

    Stres adalah pemicu jerawat yang telah terbukti secara klinis, karena dapat meningkatkan kadar kortisol dan merangsang produksi sebum. Aroma sereh yang menyegarkan memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, seperti yang banyak didokumentasikan dalam studi aromaterapi.

    Mandi dengan sabun sereh dapat menjadi ritual yang mengurangi stres, sehingga secara tidak langsung membantu mengendalikan jerawat.

  25. Kompatibilitas dengan Bahan Aktif Lain

    Sebagai pembersih alami, sabun sereh umumnya aman untuk digunakan dalam rutinitas perawatan kulit yang juga mencakup bahan aktif lain seperti asam salisilat atau benzoil peroksida (dengan penggunaan yang hati-hati).

    Sifatnya yang menenangkan dapat membantu mengimbangi efek kering atau iritasi yang mungkin ditimbulkan oleh perawatan jerawat yang lebih agresif.

  26. Mengurangi Risiko Resistensi Antibiotik

    Penggunaan antibiotik topikal atau oral jangka panjang untuk jerawat dapat menyebabkan resistensi bakteri. Mengintegrasikan agen antimikroba alami seperti sereh ke dalam rutinitas dapat mengurangi ketergantungan pada antibiotik konvensional.

    Ini merupakan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk manajemen jerawat jangka panjang.

  27. Menghambat Aktivitas Enzim Lipase Bakteri

    Bakteri C. acnes menghasilkan enzim lipase yang memecah trigliserida dalam sebum menjadi asam lemak bebas. Asam lemak ini sangat mengiritasi dan pro-inflamasi, yang memicu peradangan jerawat.

    Senyawa dalam sereh telah terbukti dapat menghambat aktivitas enzim lipase ini, sehingga mengurangi produksi iritan di dalam folikel.

  28. Meningkatkan Penetrasi Bahan Perawatan Kulit Lainnya

    Dengan membersihkan kulit secara mendalam dari minyak, kotoran, dan sel kulit mati, sabun sereh menciptakan permukaan kulit yang bersih.

    Kondisi ini memungkinkan produk perawatan kulit yang diaplikasikan setelahnya, seperti serum atau losion anti-jerawat, untuk menembus kulit dengan lebih efektif dan bekerja secara optimal.

  29. Sumber Vitamin A dan C yang Mendukung Regenerasi Kulit

    Sereh secara alami mengandung sejumlah kecil vitamin A dan C, dua antioksidan penting untuk kesehatan kulit.

    Vitamin A mendukung pergantian sel kulit yang sehat, sementara Vitamin C esensial untuk sintesis kolagen, yang penting untuk perbaikan jaringan dan penyembuhan bekas luka.

    Meskipun konsentrasinya dalam sabun mungkin tidak tinggi, kehadiran vitamin ini memberikan dukungan nutrisi tambahan bagi kulit.